MAKALAH MEMBANDINGKAN DUA FILM ANTARA FILM INDONESIA DAN FILM BARAT “MERAH PUTIH DAN FETIH 1453”



MAKALAH
MEMBANDINGKAN DUA FILM ANTARA FILM INDONESIA DAN FILM BARAT “MERAH PUTIH DAN FETIH 1453”




















Penyusun ( XI MIPA 4 ) :
1.      Afif  Nurohman              (01)
2.      Angga Bayu Ariska        (02)
3.      Bintara Yudha M. B.      (06)
4.      Khusnul Ibad                  (12)
5.      M. Sulthon Arief F         (    )
6.      Raka Widhi Nugroho     (21) 

SMA NEGERI 1 TENGARAN
2015/ 2016


KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas berkah dan karunia-Nya, kami dapat menyelesaikan penyusunan Tugas Bahasa Indonesia Makalah yang berjudul “MEMBANDINGKAN DUA FILM ANTARA FILM INDONESIA DAN FILM BARAT “MERAH PUTIH DAN FETIH 1453”. Makalah ini kami susun sesuai dengan isi dan berbagai referensi dari masing-masing film.
Kami menyadari sepenuhnya bahwa tujuan yang baik ini tidak akan tercapai tanpa bantuan dan dukungan dari para guru, teman-teman, dan siapa saja yang membaca makalah ini. Untuk itu kritik dan saran sangat kami harapkan demi sempurnanya makalah ini.
Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat dan dapat menambah pengetahuan bagi pembaca melalui makalah tentang membandingkan kedua film ini. 



Mei  2016

Penyusun







DAFTAR ISI
Kata Pengantar ............................................................................................i
Daftar Isi .......................................................................................................ii
BAB 1 Pendahuluan ..........................................................     ...............................1
A.         Latar Belakang......................................................................................1
B.         Identitas Film................................................................ ......................1
a.     Identitas film Merah Putih..............................................................1
b.     Identitas fiilm Fetih 1453................................................................2
C.        Tujuan ..........................................................................         ....................         2
a.     Tujuan bagi penulis .................................................. ...................2
b.     Tujuan bagi pembaca ....................................................      .................  2
BAB 2 Pembahasan ...........................................................    ..........         …................         3
A.     Sinopsis Film.....................................................................................3
a.      Sinopsis Film Merah Putih.............................................................3
b.      Sinopsis Film Fetih 1453................................................................4
B.       Unsur-unsur Intrinsik Film ..................................................................7
a.      Unsur-unsur intrinsik film Merah Putih.............................................7
b.      Unsur-unsur intrinsik film Fetih 1453................................................8
C.      Penilaian ............................................................................................9
a.     Kelebihan dan kekurangan  Film Merah Putih....................................9
b.      Kelebihan dan Kekurangan Film Fetih 1453.......................................9
BAB 3 Perbandingan  ..................................................................................10
BAB 4 Penutup .................................................................................................  13
A.     Simpulan.................................................................................................   13
B.      Saran ...........................................................................................    ……...13
Lampiran .....................................................................................................…...15



BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar  Belakang
1.         Film  “Merah Putih”
Latar cerita film ini diambil berdasarkan sejarah Perjuangan Kemerdekaan Indonesia pada tahun 1947 saat terjadinya peristiwa Agresi Militer Belanda I ke jantung pemerintahan Republik Indonesia di Jawa Tengah. Cerita film Merah Putih berputar di sekawanan fiktif yang menjalin persahabatan sebagai kadet dan selamat dari pembantain oleh tentara Belanda. Mereka kemudian berperang sebagai tentara gerilya di pedalaman dengan diwarnai konflik karena perbedaan sifat, status sosial, etnis, budaya, dan agama.

2.         Film “Fetih 1453”
Film dari Turki ini dirilis tangga 16 Februari 2012. Momen ini diriwayatkannya dari sebuah hadist dan dijadikan pembuka alur cerita, sekaligus mengisyaratkan bahwa keseluruhan visualisasi yang disajikan adalah bentuk adaptasi dari kisah nyata yang terjadi ratusan tahun silam. Saat itu, tentara kesultanan Usmani dibawah komando langsung dari sang Sultan Mehmed II mampu menaklukkan kota dengan pertahanan terbaik didunia, yakni Konstantinopel. Film ini diawali sebuah gambaran Madinah pada tahun 627 H, saat Rasullulah mengeluarkan sebuah hadist yang berbunyi, Beliau bersabda “Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baiknya pasukan.” [H.R. Ahmad bin Hanbal Al-Musnad 4/335] 

B.    Identitas Film
1.       Film “Merah Putih”
-       Judul film                    : Merah Putih
-       Jenis film                     : Drama
-       Penulis naskah             : Conor Allyn, Rob Allyn
-       Sutradara                     : Yadi Sugandi
-       Produksi                      : PT. Media Desa Indonesia, Margate House
-       Nama produsen film    : Media Desa Indonesia
-       Pemain                         :Lukman Sardi (Amir), Donny Alamsyah (Thomas), Darius Sinatrya (Marius), Teuku Rifnu Wikana (Dayang), Zumi Zola (Soerono), Rahayu Saraswati (Senja), Astri Nurdin (Melati), Rudy Wowor (Mayor Van Gaartner), Joe Sims (Sersan De Graffe), David John Watton (Kapten Schaeffer)
-       Tahun produksi           : 2009 
-       Negara                         : Indonesia
-       Durasi                          : 108 menit

2.       Film “Fetih 1453”

-       Judul film                    : Fetih 1453
-       Jenis film                     : Epik
-       Penulis naskah             : Irfan Saruhan
-       Sutradara                     : Faruk Aksoy
-       Produksi                      : Aksoy Film
-       Nama produsen film    : Aksoy film production
-       Pemain                         : Devrim Evin (Sultan Al-Fatih), Ibrahim Celikkoi (Ulubatli Hasan), Dilek Serbes (Era), Recep Atug (Constantine XI), Cengiz Coskun (Sovalye Guistiniani), Erden Alkan (Candarli Halil Pasha), Naci Adiguzel (Granduk Notaras), Erdogan Aydemir (Urban Usta), Raif Hikmet Cam (Aksemseddin Hz), Sahika Koldamir (Gulbahar Hatun), Izzet Civril (Kardinal Isidor) , Adnan Kurtcu (Papa Genadius), Sedat Mert (Zaganos Pasa).
-       Tahun produksi           : 2012
-       Negara                         : Turki
-       Durasi                          : 160 menit

C.    Tujuan
a.     Tujuan bagi penulis
Tujuan bagi penulis dalam makalah ini adalah untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia Semester II kelas XI MIPA 4 tahun pelajaran 2015/ 2016.
b.     Tujuan bagi pembaca
Tujuan bagi pembaca dari makalah ini adalah agar siapa saja yang membaca makalah ini dapat mengetahui isi dan pesan yang ingin disampaikan dari film tersebut dan dapat mengetahui sejarah pada zaman dulu di Turki saat perang merebut Konstantinopel dan di Indonesia saat tentara Indonesia berperang melawan penjajah dari Belanda. 




BAB II
MEMBANDINGKAN DUA FILM ANTARA FILM INDONESIA DAN FILM BARAT “MERAH PUTIH DAN FETIH 1453”

A.   Sinopsis
a.     Sinopsis Film Merah Putih
Film ini didedikasikan untuk dua orang pahlawan Indonesia, yaitu Letnan Satu R.M. Subianto Djojohadikusumo dan Kdet R.M. Sujono Djojohadikusumo dan semua pahlawan yang telah berjuang dan gugur untuk kemerdekaan Indonesia.
Film ini menceritakan kisag 5 orang Pejuang Indonesia yang mempunyai latar belakang yang berbeda. Amir seorang muslim yang mempunyai istri bernama Melati, Marius seorang anak priyayi yang kaya raya, kemudian ada Surono yaitu teman Marius yang masih memiliki seorang kakak perempuan bernama Senja, ada juga Thomas seorang kristen dari Sulawesi yang ingin jadi perwira karena keluarganya mati dibunuh oleh tentara-tentara Belanda, dan yang terakhir adalah seorang pemeluk agama Hindu dari Bali yaitu Dayang.
Kisah dimulai dar pendaftaran masuk sebagai perwira. Setelah mereka semua diterima, mereka tinggal di asrama dan harus bekerja keras, setiap hari berlatih, berlatih dan berlatih. Selama di asrama, Marius dan Thomas, selalu ada konflik. Dimulai dari kejadian menyembunyikan kalung salib Thomas sampai ditemukannya botol minuman alkohol milik Marius oleh anggota perwira tinggi. Kejadian ini yang membuat semuanya menjadi bersatu.
Pada malam sebelumnya beristirahat, tiba-tiba Kapten memanggil Surono dan Amir. Ternyata mereka berdua naik pangkat. Surono menjadi Letnan satu dan Amir sebagai Letnan dua. Setelah menyelesaikan pendidikan di asrama, mereka semua diijinkan untuk bertemu dan mencari pasangan.
Pertempuran dimulai disini. Pada saat mereka sedang asyik berpesta, tiba-tiba Belanda menyerang. Banyak korban berjatuhan pada peristiwa ini. Pertempuran masih terus berlangsung, Letnan Surono gugur di medan pertempuran bersama dengan kapten dan beberapa perwira lainnya. Dalam pertempuran yang memakan waktu berhari-hari ini, ternyata yang tersisa hanya tiga orang perwira dan satu Letnan.
Mereka semua putus asa menganggap perang telah berakhir. Thomas, Dayang, Marius, dan Letnan Amir tak tahu apa yang harus dilakukan. Empat orang melawan banyaknya pasukan Belanda. Dengan semangat dan nasehat dari perwira Dayang, kemudian mereka memiliki ide untuk membuat jebakan untuk orang-orang Belanda yang akan pergi ke Lamongan Lor pada waktu itu. Mereka berempat yang dibantu oleh beberapa penduduk sekitar, dan melakukan jebakan menyerang truk-truk Belanda yang lewat dengan senjata milik Belanda yang diambil oleh Thomas. Dengan strategi yang dibuat oleh Kapten Amir dan yang lain akhirnya mereka berhasil membununuh para pasukan dan menahan pemimpin kompeni (Belanda) yaitu Mayor Van Gaartner
Cerita berakhir disini. Indonesia yang terkenal dengan pantang menyerah dan tetap berjuang akhirnya berhasil menaklukkan Belanda sekaligus dapat mempertahankan NKRI.   

b.     Sinopsis Film Fetih 1453
Film ini diawali sebuah gambaran Madinah pada tahun 627 H, saat Rasullulah mengeluarkan sebuah hadist yang berbunyi, Beliau bersabda “Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baiknya pasukan.” [H.R. Ahmad bin Hanbal Al-Musnad 4/335] 
Pada saat Mehmed II dilahirkan, yang diberikan kemulian untuk menjadi penakluk diusia 21 tahun, banyak keajaiban yang terjadi. Banyak kuda yang melahirkan bayi kembar, hasil bercocok tanam dipanen empat kali dalam setahun, cabang-cabang melengkung hingga ke tanah karena berbuah banyak. Komet pun terlihat didaerah Konstantinopel ditahun yang sama pada siang hari, yang diramalkan sebagai pertanda bahwa tembok pertahan kota akan runtuh.
Pada tanggal 29 Maret 1432 M di kota Edirne, Turki lahirlah anak dari Sultan Murad II. Beliau memberikan nama Mehmed (Muhammad Al-Fatih) sebagai penghormatan kepada Rasullulah SAW. Di film terebut digambarkan Sultan Murad II dikabari tentang kelahiran anaknya saat ia sedang membaca Al-Quran surah Al-Fath.
Sultan Mehmed masih berusia 12 tahun saat dia naik tahta. Ini dikarenakan Sultan Murad II, yang tak mampu menyelesaikan perang dingin antara para penasehat dan pemberontaknya, memutuskan menyerahkan tahtanya kepada puteranya Mehmed setelah kematian putranya Aladdin yang tak disangka-sangka. Namun, Perdana Menteri Halil Pasha membuat Sultan Murad II kembali berkuasa sebab adanya kemungkinan ancaman dari tentara salib lainnya. Dan Mehmed dikirim ke Saruhan Sancagi.
Pada saat Sultan Murad II meninggal dunia Sultan Mehmed dipanggil kembali ke Edirne untuk menaiki tahta kembali. Saat Sultan Mehmed sampai Edirne, beliau langsung ke tempat jasad Ayahandanya mencurahkan segala isi hatinya dan kecintaanya terhadap sang Ayah yang selama hidupnya tidak pernah memperhatikannya. Sultan Mehmed juga bersumpah didepan jasad Ayahnya bahwa beliau akan menaklukkan kota Konstantinopel. Berita wafatnya Sultan Murad II akhirnya sampai kepada Kaisar Konstantinopel. Kaisar Konstantinopel menyambut gembira wafatnya Sultan Murad II beserta dengan penasehatnya. Akan tetapi, salah satu penasehat Kaisar Adipati Notaras malah mersa takut karena Sultan Mehmed mempelajari ilmu ketentaraan, ilmu teknik, sains, matematika, dan bahasa Konstantinopel hanya untuk menaklukkan Konstantinopel. Berita wafatnya Sultan Murad II juga sampai kepada Raja Paus dan kerajaan kristen lainnya.
Di awal masa pemerintahan kedua Sultan Mehmed, banyak penduduk yang meragukan kepemimpinan Beliau. Karena sebelumnya Beliau pernah digulingkan dari kekuasaanya serta beliau mengangkat Halil Pasha sebagai Perdana Menterinya, orang yang telah menggulingkannya dari tahta. Ini memberi kabar gembira kepada para pemberontak untuk menggulingkannya kerjaan Ustmaniyah dan menghabisi Bani Ustman.
Pada saat beliau lagi mengadakan rapat dengan para penasehatnya datang utusan dari Kaisar Konstantinopel mengirim surat perdamaian dan menunjukkan Pangeran Orhan sebagai calon Raja dan juga menaikkan tunjangan sebanyak 300.000 koin. Beliau berjanji akan membalas surat tersebut dan menerima perjanjian damai dari Kaisar Kontantinopel. Sultan Mehmed juga menyuruh Halil Pasha untuk mengirimkan perjanjian damai kepada Raja Roman, Hungaria, Polandia dan Raja Serbia seta Paus. Namun hal ini tidak disetujui oleh Zaganos Pasha. Akan tetapi, Sultan Mehmed menjelaskan itu adalah sebagai langkah awal untuk menaklukkan kota Konstantinopel.
Pada suatu malam Sultan Mehmed mimpi bertemu dengan Ustman (nenek moyangnya). Dalam mimpi tersebut Ustman berpesan bahwa Sultan Mehmed lah yang akan membuat kekaisaran Turki menjadi lebih besar serta Beliau lah pemimpin yang telah diramalkan Rasul untuk menaklukkan kota Konstantinopel. Setelah mendapat mimpi itu Sultan Mehmed langsung mengutarakan rencananya kepada para penasehatnya untuk membuat 100 kapal dalam setahun dan 3 meriam raksasa. Beliau juga meminta Halil Pasha untuk melaporkan status persenjataan dan amunisi dari Yanissari. Mendengar berita tersebut Halil Pasha menyatakan keberatan. Menurut Halil Pasha rencana tersebut hanya akan membuat kekuasaan semakin menyusut. Namun sangkaan tersebut ditolak mentah oleh Sultan Mehmed karena menurut Beliau “Hidup untuk mencatatkan sejarah, bukan untuk menjadi seorang pengecut”.
Dikisahkan Hasan bertemu dengan seorang pelayan istana Kaisar Konstatinopel, pelayan istana memberitahukan Hasan bahwa malamnya akan ada acara makan malam di istana Konstantinopel yang dihadiri oleh Pangeran Orhan. Dalam acara tersebut, kaisar Konstantinopel membahas tentang cara untuk membantu Karamanoglu Ibrahim yang sedang dalam persiapan perang melawan pasukan Sultan Mehmed. Perbicaraan tersebut didengar oleh pelayan istana teman Hasan. Karamanoglu Ibrahim menyerah sebelum terjadinya peperangan karena surat dukungan yang dikirimkan Orhan kepadanya, berhasil direbut oleh Hasan. Didalam surat tersebut tertulis Halil Pasha mendukung Ibrahim.
Sultan Mehmed ingin melepas pengaruh Halil Pasha dari pengaruh tentaranya yang sekarang posisinya tersudut karena surat tersebut. Dalam perjalanan pulang beberapa tentara ditanya kesetiaannya meski mereka bukan musuh. Namun Sultan Mehmed memanfaatkan peluang ini. Dengan dalih menghukum pasukan yang lalai dengan tugasnya.
Pada tahun 1452 M Sultan Mehmed mulai membangun benteng di Bogazkesen untuk mencegat semua bantuan yang datang dari laut hitam untuk Konstantinopel. Kabar ini akhirnya diketahui oleh kaisar Konstantinopel. Setelah itu kaisar Kontantinopel memerintahkan Adipati Notaras untuk menyuruh Urban membuatkannya meriam besar namun Urban menolak dan Ia diancam dibunuh dan berhasil diselamatkan oleh Hasan. Sebagai tanda jasa, Urban memenuhi permintaan Sultan Mehmed untuk membuat meriam raksasa yang belum pernah ada sepanjang sejarah.
Pada 1452 kapal dagang Genoa ditenggelamkan oleh pasukan Sultan Mehmed di Bogazkesen. Hal ini membuat kaisar Genoa mengirim pasukan tentara untuk membantu kaisar Konstantinopel melawan pasukan Sultan Mehmed.
Setelah semua perlengkapan sudah siap, Sultan Mehmed mengatur strategi perang termasuk dengan mengirimkan hadiah kepada kaisar Hungaria. Sedangkan dipihak kaisar Konstantinopel, memasang rantai besi raksasa dibagian Golden Horn, tembok terlemahnya (tembok satu lapis) sehingga tidak memungkinkan kapal-kapal untuk melintas dan menyerang tembok. Sebelum berangkat ke medan perang, Sultan Mehmed menulis surat untuk istrinya dan melaksanakan shalat dan meminta restu pada isteri dan anaknya.
Pengepungan pertama yang dilakukan oleh Sultan Mehmed pada hari Jumat, 6 April 1453 M dengan membawa 250.000 prajurit. Sebelum melakukan penyerangan Sultan Mehmed memberikan pilihan kepada Kaisar Konstantinopel, apakah mau menyerah atau perang. Kaisar Konstantinopel dengan angkuhnya memilih perang. Peperangan pun tidak dapat dihindarkan, pada hari itu juga meriam Basilica pertama kali digunakan dan membuat celah pada tembok Konstantinopel. Namun celah tersebut berhasil ditutup oleh pasukan Konstantinopel. Setelah 5 hari penyerangan pertama Sultan Mehmed memerintahkan kepada penggali Mustapa untuk membuat terowongan. Namun hal tersebut diketahui oleh pasukan Konstantinopel. Setelah 12 hari penyerangan pertama Sultan Mehmed memanggil Hasan untuk melakukan serangan kedua pada malam hari. Serangan ini juga gagal dan hampir membuat Hasan tewas dalam serangan ini.
Pada hari ke 40 dan 3 kapal bantuan untuk Konstantinopel berhasil melewati pertahanan pasukan Sultan Mehmed. Hal tersebut membuat Sultan Mehmed menjadi frustasi dan mengurung diri. Halil Pasha dan Ibrahim juga berencana ingin berkhianat dan kembali ke Edirne. Namun dia dikecam oleh Zaganos Pasha dan menyatakan bahwa Sultan Mehmed akan memenggal kepala Halil Pasaha jika dia melaksanakan niatnya. Pasukan Sultan Mehmed juga merasa frustasi dan menganggap Sultan mereka buta, tetapi Hasan datang dan marah kepada pasukannya yang ingin berkhianat.
Di tengah kefrustasian Sultan Mehmed, datanglah gurunya Syaikh Agung Samsettin. Syaikh Samsettin mengajak Sultan Mehmed untuk mengunjungi makam Abu Ayyub Al-Ansyari r.a yang terletak dekat tembok Konstantinopel. Abu Ayyub pernah ikut serta dalam pengepungan Konstantinopel bersama pasukan islam. Beliau tidak pernah meninggalkan tempat tersebut hingga akhir hayatnya. Syaikh Agung berpesan kepada Sultan Mehmed agar tidak menyerah, karena apabila Sultan Mehmed tidak melakukannya sekarang beliau tidak akan pernah bisa melakukannya lagi.
Setelah itu, Sultan Mehmed menemukan strategi yang sangat luar biasa. Pada malam hari Sultan Mehmed Memerintahkan pasukannya menyeret kapalnya melewati jalan darat ke Teluk Golden Horn, tempat terlemah Konstantinopel. Strategi tersebut tidak pernah ketahuan oleh Konstantinopel sehingga membuat pasukan Konstantinopel panik.
Sebelum melakukan serangan secara besar-besaran, pada malam harinya Sultan Mehmed berpidato memberi semangat kepada ribuan pasukannya yang tersisa. Salah satu kata-katanya dalam pidato tersebut “Kemulian hanya bisa dicapai dengan Keyakinan”. Setelah pagi, pasukan Sultan Mehmed melakukan shalat dhuha berjamaah yang dipimpin sendiri oleh Sultan. Setelah itu, kepada penggali Mustapa, akhirnya berhasil meledakkan tembok Konstantinopel dengan cara meledakkan diri lewat terowongan yang mereka buat.
Akhirnya tembok Konstantinopel berhasil diruntuhkan sehingga pasukan Sultan Mehmed bebas menerobos masuk. Dalam kisah terjadi kisah heroik yang dilakukan oleh Hasan yang berhasil membunuh Guistiniani tentara elit Romawi yang membantu Konstantinopel. Disini juga terdapat adegan heroik Hasan yang berhasil mengibarkan bendera Ustmaniyah dengan anak panah ditubuhnya. Akhirnya Hasan tewas setelah mengibarkan bendera meninggalkan Era dan anaknya yang berada dalam kandungan. Kaisar Konstantinopel dikisahkan gugur dalam peperangan. Sejak saat itu wilayah Konstantinopel resmi diambil alih kembali oleh Muslim. Sultan pun memberikan kebebasan beragama kepada rakyat Konstantinopel.

B.   Unsur-unsur Intrinsik Film
a.     Unsur-unsur Intrinsik Film Merah Putih
-       Tema:Nasionalisme
-       Latar:
Tempat : Sulawesi utara, Sekolah Tentara Rakyat Jawa Tengah, Rumah Amir, Medan perang, Desa, Hutan.
Waktu: setiap saat (pagi sampai malam)
Suasana: Mengaharukan dan menegangkan
-       Alur:Maju
-       Tokoh:
Antagonis:
1.    Mayor Van Gaartner
2.    Dan semua anggota Tentara Belanda yang menjajah Indonesia.
Protagonis:
1.    Amir
2.    Surono
3.    Thomas
4.    Marius
5.    Dayan
6.    Melati
7.    Senja
-       Watak:Dramatik, karena penggambaran watak tokoh secara tidak langsung yaitu melalui dialog antar tokoh.
-       Amanat:
1.    Pikiran, ucapan, hati dan tekad yang kuat harus dimiliki oleh seorang pemimpin.
2.    Taatlah beribadah sesuai agama yang telah kita yakini.
3.    Gunakan emosi dan nafsu kepada hal yang lebih baik.
4.    Janganlah terpancing oleh nafsu, kita harus bisa menahan amarah dan emosi.
5.    Janganlah mengecewakan orang lain disaat ia memeberikanmu sebuah kepercayaan.
-       Sudut pandang: dalam film Merah Putih sudut pandang yang digunakan adalah orang ketiga.
-       Gaya bahasa: bahasa masyarakat pada zaman dahulu

b.     Unsur-unsur Intrinsik Film Fetih 1453
-       Tema:Kerajaan
-       Latar:
Tempat : Kota Konstantinopel, Medan Perang,
Waktu: tahun 1453
Suasana: Mencekam, menegangkan
-       Alur:Maju
-       Tokoh:
Antagonis:
1.    Raja Konstantinopel
2.    Halil Pasha
3.    Sovalye Guistiniani
4.    Granduk Notaras
Protagonis:
1.    Sultan Mahmud
2.    Hasan
3.    Era
4.    Urban Usta
-       Watak: Dramatik, karena penggambaran watak tokoh secara tidak langsung yaitu melalui dialog antar tokoh.
-       Amanat:
1.    Pikiran, ucapan, hati dan tekad yang kuat harus dimiliki oleh seorang pemimpin.
2.    Taatlah beribadah sesuai agama yang telah kita yakini.
3.    Gunakan emosi dan nafsu kepada hal yang lebih baik.
4.    Janganlah terpancing oleh nafsu, kita harus bisa menahan amarah dan emosi.
5.    Janganlah mengecewakan orang lain disaat ia memeberikanmu sebuah kepercayaan.
-       Sudut pandang: dalam film Fetih 1453 sudut pandang yang digunakan adalah orang ketiga.
-       Gaya bahasa: bahasa arab dan turki

C.   Penilaian
a.     Kelebihan dan Kekurangan Film Merah Putih
·     Kelebihan
1.      Kemampuan para sineas perfilman Indonesia yang terlibat dalam pembuatan film ini.
2.      Efek dalam film sangat apik dan penggarapannya yang serius.
3.      Akting para pemain bagus.
4.      Persenjataan, efek ledakan atau tembakan, make-up yang sangat bagus dan tidak mengecewakan.
5.      Penata musik yang berhasil menciptakan musik sederhana.
·     Kekurangan
1.      Penggarapannya banyak dikerjakan oleh orang asing.
2.      Terasa megah dengan musik dari biola dan cello karena latar dari film ini adalah zaman dulu saat perang.
3.      Kondisi saat perang penampilannya kurang mendukung karena pejuang yang berperang masih terlihat bersih dan kurang menunjukkan bahwa sedang berperang.
b.     Kelebihan dan Kekurangan Film Fetih 1453
·      Kelebihan
1.      Alur cerita dijalin sangat menarik
2.      Strategi Sultan Mehmed yang luar biasa
3.      Penggambaran situasi yang sangat realistis
4.      Nilai-nilai kepahlawanan dan keluhuran akhlak Islam
5.      Banyaknya hikmah yang terkandung di dalam film tersebut
·      Kekurangan
1.      Penggambaran sosok Sultan Mehmed yang tidak sesuai sejarah
2.      Tidak terjaganya aurat
3.      Sosok Hasan lebih ditonjolkan daripada Sultan Mehmed
4.      Penceritaan tokoh yang kurang lengkap
5.      Ada terdapat beberapa adegan core



BAB III
PERBANDINGAN

Dalam membandingkan kedua film ini dapat dijabarkan secara umum, yaitu kedua film ini merupakan film sejarah zaman dulu yang terjadi di Turki dan di Indonesia. Berlatar belakang sama yaitu menceritakan sejarah perang. Di dalam kedua film ini sama-sama menampilkan sesosok pemimpin perang yang tegas dan berwibawa. Dalam film Merah Putih pemimpim yang digambarkan tegas dan berwibawa adalah Amir yang diperankan oleh Lukman Sardi. Latar belakang seorang guru, Amir bisa menjadi pemimpin yang tegas dan bisa mengendalikan serangan yang akan dilakukan untuk melawan tentara Belanda. Dan dalam film Fetih 1453 pemimpin yang digambarkan adalah Sultan Mehmed yang diperankan oleh Devrim Evin. Sultan pada saat kelahirannya banyak mukjizat yang terjadi. Pemimpin yang memimpin pasukan Islam yang berperang untuk merebut kota Konstantinopel dari Kaisar Konstantinopel. Pemimpin yang tegas walaupun diawal pemerintahannya banyak yang meragukannya.
Dan kedua film ini juga menceritakan ada sesosok wanita dibelakang pemimpin pasukan perang yang selalu mendukung. Dalam film Merah Putih wanita tersebut digambarkan istri dari Amir yaitu Melati yang diperankan oleh Astri Nurdin. Dia selalu berdoa dan mendukung Amir saat berperang. Walaupun dia sebenarnya tidak terlalu setuju Amir menjadi seorang tentara dan lebih setuju bila Amir tetap menjadi seorang guru, karena menjadi seorang tentara melwan penjajah Belanda menanggung resiko yang tinggi. Sedangkan di dalam film Fetih 1453 sesosok wanita yang digambarkan adalah isteri dari Sultan Mehmed yaitu Gulbahar Hatunyang diperankan oleh Sahika Koldamir ia juga selau mendukung Sultan Mehmed dalam perjuangannya dalam perang walaupun ia dan anaknya harus bersikap hormat dan tunduk kepada Sultan Mehmed.
Dan kedua film ini juga menceritakan tujuan mengapa zaman dulu harus terjadi perang yang diceritakan melalui kedua film ini. Dalam film Merah Putih perang terjadi karena Indonesia telah 3,5 abad dijajah oleh Belanda dan rakyat Indonesia banyak yang meninggal dan disiksa oleh tentara Belanda. Hasil perkebunan diambil paksa oleh Belanda. Dan tentara Indonesia rela meninggal dimedan perang demi Kemerdekaan bangsa Indonesia dan membebaskan penderitaan rakyat dari tentara Belanda. Sedangkan dalam film Fetih 1453 perang terjadi karena memang sesuai dengan hadits Rasullulah yang berbunyi, Beliau bersabda “Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baiknya pasukan.” [H.R. Ahmad bin Hanbal Al-Musnad 4/335]” karena pada saat itu kota Konstantinopel berada di bawah kepemimpinan Kaisar Konstantinopel. Perang terjadi karena Pasukan Islam yang dipimpin oleh Sultan Mehmed ingin merebut kota Konstantinopel dari Kaisar Kontantinopel. Akhirnya tembok konstantinopel berhasil dihancurkan oleh pasukan Sultan Mehmed dan akhirnya mereka dapat masuk ke Kota Konstantinopel dan kota Konstantinopel dapat diambil alih oleh Muslim.
Dalam kedua film ini juga menampilkan saat-saat dimana serangan mereka gagal dalam berperang. Dalam film Merah Putih sebenarnya bukan gagal dalam berperang namun, saat itu sedang diadakan pesta untuk para tentara yang dikunjungi oleh anggota keluarga mereka karena sudah lama tidak bertemu. Saat ditengah-tengah acara tiba-tiba tentara Belanda mengebom tempat pesta tersebut dan dengan cepat para tentara Indonesia langsung mengambil senjata mereka dan berperang melawan tentara Belanda. Karena serangan tersebut tentara Indonesia banyak yang gugur karena serangan tiba-tiba dari tentara Belanda. Dan yang tersisa hanyalah 5 tentara Indonesia termasuk kapten Amir. Walapun ia masih bisa selamat dari serangan malam itu, kapten Amir merasa kecewa karena banyak pasukannya yang gugur dalam perang di malam itu. Kapten Amir sempat bingung karena pasukannya hanya tinggal sedikit untuk melawan Pasukan tentara Belanda yang masih banyak jumlahnya. Namun karena nasehat dari Dayang akhirnya kapten Amir kembali bangkit dan kembali menyusun strategi penyerangan. Setelah kembali ke desa yang diserang oleh tentara Belanda pasukan kapten Amir bertemu dengan korban yang selamat dan meminta bantuannya untuk menyerang tentara Belanda. Setelah anak-anak dari korban tersebut dikumpulkan akhirnya kapten Amir membuat rencana serangan dijalan yang akan dilewati pasukan tentara Belanda. Singkat cerita strategi tersebut berhasil melumpuhkan pasukan Belanda walaupun masih sebagian kecil dari jumlah tentara Belanda yang menjajah Indonesia. Dan dalam film Fetih 1453 pada serangan yang dilakukan pasukan Sultan Mehmed kapal bantuan untuk Konstantinopel berhasil melewati pertahanan pasukan Sultan Mehmed. Hal tersebut membuat Sultan Mehmed menjadi frustasi dan mengurung diri. Pasukan Sultan Mehmed juga merasa frustasi dan menganggap Sultan mereka buta. Di tengah kefrustasian Sultan Mehmed, datanglah gurunya Syaikh Agung Samsettin. Syaikh Samsettin mengajak Sultan Mehmed untuk mengunjungi makam Abu Ayyub Al-Ansyari r.a yang terletak dekat tembok Konstantinopel. Syaikh Agung berpesan kepada Sultan Mehmed agar tidak menyerah, karena apabila Sultan Mehmed tidak melakukannya sekarang beliau tidak akan pernah bisa melakukannya lagi. Setelah itu, Sultan Mehmed menemukan strategi yang sangat luar biasa. Dan akhirnya bisa meruntuhkan tembok Konstantinopel dan dapat merebut kembali Kota Konstantinopel.
Dalam kedua film ini pola penyerangan yang disajikan sangat menarik. Dalam film Merah Putih penyerangan sudah terencana yaitu menyerang tentara Belanda secara tiba-tiba saat perjalanan menuju ketimur sehingga banyak tentara Belanda yang belum siap langsung ditembak dan diserang dan mengakibatkan hampir semua tentara Belanda tewas. Dan senjata yang digunakan pasukan Kapten Amir adalah senjata milik militer Belanda yang diambil secara diam-diam oleh Thomas dan temannya. Dan itu adalah kecerdikan dari tentara Indonesia saat berperang melawan tentara Belanda dan berhasil merebut kemerdekaan. Hal itu menjadikan film ini sangat menarik. Sedangkan dalam film Fetih 1453 penyerangannya sudah terencana dan pasukan Islam maupun pasukan Kaisar Konstantinopel sudah mempersiapkan strategi masing-masing untuk perang. Walapun para penggali Mustapa berhasil diketahui oleh pasukan Kaisar Konstantinopel. Dan para penggali Mustapa yang ketahuan masih berada dibawah tanah rela mati syahid dengan meledakkan tangki minyak yang berada dibawah tanah dan akhirnya meledak. Cara ini rela dilakukan oleh para penggali Mustapa agar startegi dari Sultan Mehmed dapat berjalan dan tidak digagalkan olek pasukan Kaisar Konstantinopel dan pasukan Sultan Mehmed dapat merebut Konstantinopel. Keberanian dari para penggali Mustapa ini menjadi salah satu hal yang menarik dan mengharukan dari film ini.  
















BAB IV
PENUTUP

A.     Simpulan
Dari penjelasan perbandingan antara film Merah Putih dan film Fetih 1453 yang kami buat diatas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan film adalah media komunikasi yang bersifat audio visual untuk menyampaikan suatu pesan kepada sekelompok orang yang berkumpul di suatu tempat tertentu. (Effendy. 1986: 134). Pesan film pada komunikasi massa dapat berbentuk apa saja tergantung dari misi film tersebut. Akan tetapi, umumnya sebuah film dapat mencakup berbagai pesan, baik itu pesan pendidikan, hiburan dan informasi. Pesan dlam film adalah menggunakan mekanisme lambang-lambang yang ada pada pikiran manusia berupa isi pesan, suara, perkataan, percakapan, dan sebagaimana.
Dan dari kedua film tersebut kita dapat mengetahui sejarah zaman dulu saat Indonesia berjuang melawan penjajah dan dapat mengetahui informasi-informasi, isi, dan pesan dari film Merah Putih tersebut, dan dapat mengetahui juga pahlawan-pahlawan zaman dulu yang berjuang demi kemerdekaan bangsa Indonesia.  Dan tidak hanya itu dari film Fetih 1453 kita juga dapat mengetahui sejarah perjuangan Islam saat merebut Konstantinopel dari Pasukan Kaisar Konstantinopel dan dapat mengetahui informasi-informasi, isi, dan pesan film Fetih 1453 dan dapat mengetahui juga tentang sejarah Islam maupun tokoh-tokoh Islam yang berhasil merebut tembok Konstantinopel dan diharapkan dapat meneladani sifat tegas dan kecerdasan dari pemimpin pasukan Islam yaitu Sultan Mehmed.

B.       Saran
Beberapa manfaat menonton film antara lain:
1.      Menarik kita untuk mempelajari hal baru.
2.      Meningkatkan daya imajinasi.
3.      Membantu pemahaman bahasa asing.
4.      Mengenalkan kita kepada budaya asing.
5.      Melatih daya tangkap anak.
6.      Beajar sejarah
7.      Dst.
Selain manfaat menonton film secara umum, sesuai dengan tema dua film yang kami bandingkan manfaat menonton film yang bertema sejarah perang antara lain:
1.      Meningkatkan keberanian.
2.      Mengetahui teknik perang.
3.      Mengetahui sejarah.
4.      Meningkatkan kesadaran berbangsa dan berbudaya.
5.      Mengetahui srategi dan manajemen ‘pasukan’.
6.      Mengetahui pengetahuan akan senjata.
7.      Menghargai masa lalu.
8.      Mengenal tokoh sejarah.
9.      Menambah pengetahuan.
10.  Menambah informasi.
Dan dari manfaat menonton film tersebut semoga kita dapat memanfaatkan isi atau pesan dari film yang kita tonton. Dan pilihlah film yang positif dan bermanfaat. Dapat bertemakan sejarah, pendidikan dll. 
Semoga dari makalah yang kami susun ini dapat menambah pengetahuan dan informasi bagi pembaca dan semoga bermanfaat untuk kami pada khususnya dan untuk pembaca pada umumya. Kritik dan saran sangat kami perlukan demi sempurnanya makalah ini.















 









 

0 Response to "MAKALAH MEMBANDINGKAN DUA FILM ANTARA FILM INDONESIA DAN FILM BARAT “MERAH PUTIH DAN FETIH 1453”"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel