KADERISASI KONSERVASI

Kaderisasi Konservasi
Dibuat untuk memenuhi salah satu Tugas Mata Kuliah Pendidikan Konservasi
Dosen Pengajar:
Dr. Kamsidjo Budi Utomo, M.Pd.







Oleh :
Novilia Fransiska / 7101417150
Raka Widhi Nugroho / 8111417314
Laila Afiyani / 8111417316
Siti Faridah / 8111417317

Fakultas Hukum
Universitas Negeri Semarang
Semarang

2017
BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang
Kehidupan manusia bergantung dari alam maka lingkungan harus di manfaatkan secara bijaksana. Strategi bijaksana dalam memanfaatkan sumber daya alam dan menjaga lingkungan menjadi tanggung jawab manusia. Kerusakan lingkungan bersifat akumulatif dan menunjukkan kecenderungan semakin meningkat, disebabkan oleh manusia. Pentingnya kaderisasi konservasi mahasiswa adalah Menjalankan proses pembinaan, penjagaan, dan pengembangan anggota baru sebagai penerus kader – kader konservasi di lingkungan kampus.
Rumusan Masalah
Apa arti Kaderisasi Konservasi ?
Bagaimanakah subjek dan sasaran kaderisasi?
Prinsip – prinsip apa saja yang perlu diperhatikan dalam regenerasi kepemimpinan?
Siapa sajakah kader konservasi dan apa peran yang harus dilakukan?
Bagaimana ruang lingkup kaderisasi konservasi ?
Apa saja contoh contoh kegiatan konservasi ?

Tujuan Pembahasan
Memahami pengertian kaderisasi konservasi
Mengetahui subjek dan sasaran kaderisasi
Mengetahui prinsip yang perlu diperhatikan dalam suatu regenerasi kepemimpinan
Mengetahui siapa kader konservasi dan peran yang harus dilakukan dalam rangka ikut berpartisipasi  dalam kegiatan konservasi.
Mengetahui ruang lingkup kaderisasi konservasi
Mengetahui contoh contoh kegiatan konservasi yang digalakkan di Universitas Negeri Semarang


BAB II
ISI

Kaderisasi konservasi adalah
Kaderisasi merupakan sebuah proses penyiapan sumber daya manusia agar kelak mereka menjadi para pemimpin yang mampu membangun peran dan fungsi organisasi secara lebih bagus(Koirudin 2004:113).  Kader konservasi adalah orang atau kelompok orang yang telah memperoleh pendidikan khusus yang secara sukarela berperan dalam upaya konservasi sumber daya dan lingkungan hidup, dan mampu menyampaikan nilai-nilai konservasi kepada masyarakat.
Menurut Arwin, tanpa adanya kegiatan kaderisasi sebuah organisasi akan sulit bergerak dan melakukan berbagai tugas keorganisasiannya dengan baik dan dinamis.1 Dalam proses Kaderisasi, pandangan umum tentang kaderisasi suatu organisasi ternyata dapat dipetakan menjadi 2 bagian secara umum yaitu :
Prilaku kaderisasi (subjek)
Subjek kaderisasi sebuah organisasi maksudnya adalah individu atau sekelompok orang yang berada didalam sebuah organisasi, yang berkesinambungan tugas tugas organisasi.
Sasaran Kaderisasi (objek)
Objek dari kaderisasi maksudnya adalah individu-individu yang dipersiapkan dan dilatih untuk meneruskan visi dan misi sebuah organisasi.
Prinsip yang perlu diperhatikan dalam melakukan regenerasi kepemimpinan, yaitu ada 4 hal berikut :
Harus adanya kesadaran bahwa institusi/organisasi tidak boleh bergantung pada orang, tetapi harus bergantung kepada sistem pembinaan dan kaderisasi sumber daya manusia yang berkualitas.
Adanya suatu kepercayaan bahwa ada orang yang bisa dipersiapkan untuk membesarkan institusi/organisasi.
Regenerasi kepemimpinan dimulai dengan menciptakan situasi psikologis bagi para anggota, agar mereka menyadari pentingnya regerasi kepemimpinan, serta berkeinginan untuk memulai proses tersebut.
Memulai menyiapkan para kader dalam proses adaptasi dan proses persiapan sebagai seorang pemimpin. Adapun yang masih harus dibangun adalah :
Membiasakan para kader untuk memiliki cita-cita besar dalam membangun kampus konservasi
Membimbing untuk memberikan keyakinan yang kuat
Menumbuhkan motivasi untuk sukses
Mendisiplinkan kader untuk memiliki sikap dan kebiasaan unggul.
Kader konservasi adalah semua orang, manusia yang terdapat dalam lingkup suatu organisasi, kelompok, kampus, negara penegak konservasi. Mereka semua memiliki hak dan kewajiban untuk melakukan konservasi pada berbagai bidang.
Peran kaderisasi:
1. Pewarisan nilai-nilai organisasi yang baik Proses transfer nilai adalah suatu proses untuk memindahkan sesuatu (nilai) dari satu orang ke orang lain (definisi Kamus Besar Bahasa Indonesia). Nilai-nilai ini bisa berupa hal-hal yang tertulis atau yang sudah tercantum dalam aturan-aturan organisasi (seperti Konsepsi, AD ART, dan aturan-aturan lainnya) maupun nilai yang tidak tertulis atau budaya-budaya baik yang terdapat dalam organisasi (misalnya budaya diskusi) maupun kondisi-kondisi terbaru yang menjadi kebutuhan dan keharusan untuk ditransfer.
2. Penjamin keberlangsungan organisasi Organisasi yang baik adalah organisasi yang mengalir, yang berarti dalam setiap keberjalanan waktu ada generasi yang pergi dan ada generasi yang datang (ga itu-itu aja, ga ngandelin figuritas). Nah, keberlangsungan organisasi dapat dijamin dengan adanya sumber daya manusia yang menggerakan, jika sumber daya manusia tersebut hilang maka dapat dipastikan bahwa organisasinya pun akan mati. Regenerasi berarti proses pergantian dari generasi lama ke generasi baru, yang termasuk di dalamnya adanya pembaruan semangat.  3. Sarana belajar bagi anggota Tempat di mana anggota mendapat pendidikan yang tidak didapat di bangku pendidikan formal.   Pendidikan itu sendiri berarti proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau sekelompok orang dalam proses mendewasakan manusia melalui proses pengajaran dan pelatihan.   Pendidikan di sini mencakup dua hal yaitu pembentukan dan pengembangan. Pembentukan karena dalam kaderisasi terdapat output-output yang ingin dicapai, sehingga setiap individu yang terlibat di dalam dibentuk karakternya sesuai dengan output. Pengembangan karena setiap individu yang terlibat di dalam tidak berangkat dari nol tetapi sudah memiliki karakter dan skill sendiri-sendiri yang terbentuk sejak kecil, kaderisasi memfasilitasi adanya proses pengembangan itu.   Pendidikan yang dimaksudkan di sini terbagi dua yaitu dengan pengajaran (yang dalam lingkup kaderisasi lebih mengacu pada karakter) dan pelatihan (yang dalam lingkup kaderisasi lebih mengacu pada skill).   Dengan menggunakan kata pendidikan, kaderisasi mengandung konsekuensi adanya pengubahan sikap dan tata laku serta proses mendewasakan. Hal ini sangat terkait erat dengan proses yang akan dijalankan di tataran lapangan, bagaimana menciptakan kaderisasi yang intelek untuk mendekati kesempurnaan pengubahan sikap dan tata laku serta pendewasaan.
Dengan melihat masih banyaknya sampah (domestik, industri, transportasi) di sungai, pantai; penebangan liar pohon tanpa penanaman kembali; pengambilan secara berlebihan sumber daya tak terbarukan, mengingatkan kepada kita bahwa pendidikan lingkungan hidup (PLH) masih sangat diperlukan. Bahkan harus secara terus menerus disampaikan kepada semua lapisan, sampai kesadaran akan pentingnya kualitas yang baik dari lingkungan telah dimiliki oleh sebagian besar bangsa ini. Untuk warga kota Semarang teruskan kegiatan resik-resik kutho sebagai budaya warga Semarang. UNNES sebagai Universitas Konservasi jelas harus mengusung pendidikan lingkungan hidup (PLH) ini bagi mahasiswa baik program studi kependidikan maupun non-kependidikan.Kegiatan ini merupakan pembinaan sekaligus pendidikan yang sangat nyata.
Aspek penting yang diterapkan dalam pembelajaran PLH adalah kognitif dan afektif. Aspek kognitif meliputi proses pemahanan, dan menjaga keseimbangan aspek-aspek yang lain. Materi PLH harus diberikan sebagai materi yang harus diketahui dan dipahami oleh mahasiswa, selanjutnya dikembangkan sendiri oleh mahasiswa. Aspek afektif yang dapat diterapkan dalam PLH meliputi tingkah laku, nilai dan komitmen yang diperlukan untuk membangun masyarakat yang berkelanjutan (sustainable). Dalam PLH perlu diberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk membangun ketrampilan yang dapat meningkatkan kemampuan memecahkan masalah. Beberapa ketrampilan yang diperlukan untuk memecahkan masalah adalah sebagai berikut.
Berkomunikasi: mendengarkan, berbicara di depan umum, menulis secara persuasive, desain grafis
Investigasi (investigation): merancang survey, studi pustaka, melakukan wawancara, menganalisa data;
Ketrampilan bekerja dalam kelompok (group process): kepemimpinan, pengambilan keputusan dan kerjasama.

Contoh- contoh kegiatan konservasi yang digalakkan di Universitas Negeri Semarang






BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Saran



















DAFTAR PUSTAKA


https://id.wikipedia.org/wiki/Kader
https://rezaprimawanhudrita.wordpress.com/2009/04/13/kenapa-harus-ada-kaderisasi/
http://blog.unnes.ac.id/ellenyolla/2015/11/18/kaderisasi-konservasi2/
http://jurnal.fkip.uns.ac.id/index.php/prosbio/article/viewFile/3113/2149
http://konservasi.unnes.ac.id/?p=361
http://kacanghijau31.blogspot.co.id/2015/05/pendidikan-lingkungan-hidup.html
Setyowati Dewi L, Sunarko, Rudatin, dkk. 2014. Pendidikan Lingkungan Hidup, Buku Ajar Mata Kuliah Umum Universitas Negeri Semarang

0 Response to "KADERISASI KONSERVASI"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel