Penemuan Hukum


Hai Guys hari ini aku ingin sharing mengenai penemuan hukum. Penemuan hukum ini masuk dalam mata kuliah Pengantar Ilmu Hukum (PIH) semester 1. Kalian sudah tahu belum penemuan hukum itu apa? Kalau belum simak artikel yang aku buat ini...



Definisi Penemuan Hukum
Menurut Sudikno, adalah suatu proses pembentukan hukum oleh hakim, atau aparat hukum lainnya yang ditugaskan untuk penetapan peraturan hukum umum pada peristiwa hukum konkret, lebih lanjut dikatakan bahwa penemuan hukum dalah proses konkretidadi atau individualisasi peraturan hukum (das sollen) yang bersifat umum dengan mengingat akan peristiwa kokret (das sein) tertentu.

Pembentukan hukum (rechtvorming)
Kekaburan istilah
Makna ganda
Kekosongan hukum
Aturan yang ada sudah tidak sesuai dengan keadaan

Analogi (rechtanalogie)
Misal istilah menjual dalam pasal 1576 KUHPer dianggap sama dengan memberikan, mewariskan, dan mengalihkan hak pada orang lain
Penghalusan Hukum (rechtvervijning)
Mengkonkretkan suatu ketentuan dalam UU yang abstrak atau terlalu luas cakupannya sehingga perlu dikonkretkan oleh hakim

Interpretasi Gramatikal
Terjadi apabila dalam menetapkan pengertian aturan undang-undang merujuk kepada kata-kata yang digunakan atau bagian-baian kalimat berdasarkan kata sehari-hari atau yang lazim digunakan
Interpretasi dari sudut sejarah pembentukan undang-undang
Dilakukan apabila ditelusuri risalah pembentukan undang-undang itu.

Interpretasi sistematis
Penafsiran dengan menilik susunan yang berhubungan dengan bunyi pasal-pasal lainnya baik dalam UU itu maupun dengan UU lain.

Interpretasi Teleologis
Penafsiran dengan melihat tujuan dibentuknya undang-undang.

Di dalam melakukan penafsiran suatu aturan hukum, hakim hendaknya mengikuti beberapa prinsip di bawah ini :

1.  Prinsip objektivitas : penafsiran hendaknya berdasarkan pada arti secara literal dari aturan hukum dan berdasarkan hakekat dari aturan hukum tersebut harus dibuat sejelas mungkin untuk perkembangan selanjutnya.

2.  Prinsip kesatuan : setiap norma harus dibaca dengan teks dan tidak secara terpisah. Bagian harus berasal dari keseluruhan dan keseluruhan harus berasal dari bagiannya.

3.  Prinsip penafsiran genetis : selama melakukan penafsiran terhadap teks, keberadaan teks asli harus dijadikan pertimbangan, terutama dalam aspek objektifitas, tata bahasa, budaya dan kondisi sosial dari pembentukan hukum tersebut dan terutama dari pembuat hukum tersebut;

4.  Prinsip perbandingan : prinsip ini ialah prinsip untuk membandingkan suatu teks hukum dengan teks hukum lainnya menyangkut hal yang sama di suatu waktu.

Keempat prinsip tersebut merupakan prinsip yang dijadikan semacam panduan bagi penafsiran dalam rangka menemukan hukum, sehingga kepastian hukum dan keadilan di dalam masyarakat dapat terjalin secara baik.

Sekian dari saya mengenai Definisi Penemuan Hukum dan terima kasih sudah berkunjung di blog saya,Oke sudah paham apa belum? Kalau belum silahkan tinggalkan komentar di kolom bawah ini ya..

0 Response to "Penemuan Hukum"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel